Cervera: Masalah perjalanan membuat klub Kepulauan terabaikan oleh LaLiga
Álvaro Cervera mengkritik LaLiga: penjadwalan merugikan klub Kepulauan—masalah perjalanan, pesawat terpisah, dan batas gaji yang dipertanyakan.
Álvaro Cervera kembali menegaskan keprihatinannya terhadap perlakuan LaLiga terhadap klub-klub dari kepulauan, menyoroti masalah perjalanan yang dihadapi timnya. Pelatih CD Tenerife mempertanyakan kebijakan penjadwalan yang dinilainya tidak mempertimbangkan keterbatasan transportasi yang dialami klub pulau.

Bagi Cervera, bukan sekadar soal permainan di hari tertentu. Penjadwalan yang mengharuskan Tenerife bermain dua kali berturut-turut pada hari Senin membuat persiapan dan logistik menjadi jauh lebih rumit karena keterbatasan penerbangan reguler. Ia meminta adanya perhatian lebih dari penyelenggara kompetisi terhadap situasi khusus klub kepulauan.
Masalah perjalanan jadi sumber keluhan utama
Pelatih asal Santa Cruz itu menegaskan bahwa timnya memiliki “problema gordo” atau masalah besar terkait perjalanan. Karena tidak memiliki pesawat sendiri, Tenerife bergantung pada penerbangan komersial. Pemberitahuan jadwal dua minggu sebelum pertandingan, menurut Cervera, seringkali terlalu mepet untuk mengatur perjalanan. Pada salah satu lawatan yang akan datang, delegasi klub bahkan harus terbelah ke dalam dua pesawat karena keterbatasan opsi penerbangan.
“Tidak sama jika Anda memberi tahu sebuah tim di Daratan dua minggu sebelumnya dengan memberi tahu kami yang hanya bisa terbang; kami membutuhkan sedikit lebih banyak antisipasi, tiga minggu bukan dua,” tegasnya. Nada bicara Cervera dalam sesi pers memadukan kemarahan dan kelelahan, karena menurutnya respons dari penyelenggara seringkali berujung pada pertimbangan biaya.
Polemik pemberitahuan jadwal dan pilihan hari pertandingan
Cervera juga mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap pertandingan pada hari Senin dan Jumat. Ia mengaku lebih nyaman dengan kebiasaan lama ketika tim tuan rumah bisa menentukan jadwal untuk berharap lebih banyak penonton datang. Meski demikian, yang paling mengganggu baginya adalah dampak logistik dari jadwal yang berubah-ubah terhadap mobilitas tim pulau.
Kasus konkret yang disinggung adalah dua laga beruntun yang akan dijalani Tenerife pada pekan kedelapan dan kesembilan melawan Córdoba dan Girona. Pertandingan melawan Girona dijadwalkan digelar pada 12 Oktober di Heliodoro Rodríguez López. Perubahan mendadak atau pemberitahuan singkat, menurut Cervera, membuat klub harus mengeluarkan biaya tambahan atau melakukan penyesuaian yang tidak adil.
Keluhan tentang batas gaji dan transparansi finansial
Ia memberi contoh kasus klub yang turun kasta lalu menerima dukungan finansial selama dua tahun, sehingga batas akhir yang tercatat di daftar bisa menyesatkan. Cervera menyimpulkan bahwa daftar itu bukan kebohongan mutlak, tetapi kurang menjelaskan konteks sehingga pembaca mendapatkan gambaran yang tidak utuh tentang kondisi finansial sebenarnya.
Situasi skuad menjelang laga melawan Leganés
Menjelang duel melawan CD Leganés, Cervera mengonfirmasi beberapa masalah kebugaran di skuadnya. Jesús Álvarez dipastikan tidak bisa berlaga karena cedera, sementara Neal Viereck masih diragukan karena baru kembali berlatih pada akhir pekan setelah mengalami masalah saat pemanasan menghadapi CD Laguna.
Satu kabar baik adalah Gerard Valentín yang baru bergabung sudah tersedia untuk dipanggil meski baru mengikuti beberapa sesi latihan. “Dia datang dalam kondisi latihan; belum melakukan pekerjaan tambahan tapi dia baik-baik saja. Kalau saya perlu memainkannya dari awal, saya akan mempertimbangkannya meski ia belum sepenuhnya terbiasa dengan dinamika kami,” ujar Cervera.
Tanpa Jesús Álvarez, pelatih membuka peluang bagi gelandang lain untuk mengambil peran lebih besar. Nama-nama seperti Mauro Pittón, Juanjo, Fabricio, dan Anes disebut sebagai opsi yang bersaing untuk mengisi posisi tersebut. Cervera menegaskan akan memilih dua pemain dari empat opsi itu untuk dimasukkan dalam starting XI.
Secara keseluruhan, nada pernyataan Cervera lebih berat pada kritik struktural terhadap pengelolaan kompetisi dan ketidakadilan yang dirasakan oleh klub-klub kepulauan. Ia berharap adanya perubahan perlakuan atau setidaknya komunikasi yang lebih baik mengenai jadwal agar tim-tim seperti Tenerife tidak selalu berada pada posisi yang dirugikan ketika harus mengatur perjalanan dan persiapan pertandingan.
