Nicolás Abot Tuntaskan Ambisi: Ingin Cetak Gol di Semua Benua
Nicolás Abot, penyerang 40 tahun yang bermain di Australia, memburu rekor dengan target gol di semua benua dan tak akan pensiun hingga mewujudkannya.
Nicolás Abot, penyerang berusia 40 tahun yang kini membela tim di Australia, menyatakan ambisinya untuk mencetak gol di semua benua. Target “gol di semua benua” itu menjadi tujuan yang mendorongnya terus mencari kesempatan bermain meski usianya tidak muda lagi.

Abot juga menegaskan bahwa ia belum berencana gantung sepatu: “Saya tidak akan pensiun sampai mencapainya,” ujarnya. Pernyataan itu menunjukkan tekad pemain yang sepanjang kariernya kerap berpindah klub untuk terus berkompetisi.
Perjalanan karier yang luas
Sepanjang kariernya, Abot dikenal sebagai pemain yang sering berpindah klub. Ia mengaku telah membela lebih banyak tim dibandingkan rekan seniornya dari Uruguay, yang juga terkenal sebagai pelari klub-klub di berbagai belahan dunia. Pola perjalanan karier ini membuat Abot memiliki pengalaman bermain di lingkungan dan kompetisi yang sangat beragam.
Ambisi: gol di semua benua
Ambisi mencetak gol di semua benua menjadi titik fokus Abot saat ini. Menurut pernyataannya, hanya satu benua yang masih belum dia singgahi sebagai pencetak gol: Afrika. Karena itulah ia tetap aktif mencari peluang bermain di luar Australia agar bisa menutup celah tersebut dalam catatan kariernya.
Mencari klub lewat media sosial
Dalam upaya mengejar targetnya, Abot memanfaatkan media sosial untuk menjajaki opsi kontrak baru. Cara ini memungkinkannya menjangkau klub-klub yang mungkin tidak terhubung melalui jalur tradisional, sekaligus mempertahankan visibilitasnya di mata pelatih dan pencari bakat. Pendekatan tersebut mencerminkan realitas modern di mana pemain senior juga harus proaktif mempromosikan diri.
Motivasi di balik keputusan tetap bermain
Tegas dengan target pribadinya, Abot menempatkan ambisi profesional di atas pertimbangan pensiun dini. Ia melihat kesempatan untuk mencetak gol pada benua yang tersisa sebagai misi yang memberi makna tambahan pada akhir kariernya. Keinginan itu menjadi alasan utama mengapa ia masih aktif berlatih dan mencari jam bermain kompetitif.
Selain dorongan personal, perjalanan panjang Abot menunjukkan sisi lain dunia sepak bola: ada pemain yang memilih variasi pengalaman kompetitif ketimbang stabilitas jangka panjang di satu klub. Pilihan ini menuntut fleksibilitas adaptasi dan kesiapan untuk menghadapi budaya, gaya permainan, dan kondisi lapangan yang berbeda-beda.
Walau usianya sudah 40 tahun, Abot mempertahankan semangat dan sikap profesional. Ia menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pencarian hingga targetnya tercapai. Untuk publik dan pengamat, kisahnya menjadi pengingat bahwa karier pemain bisa berlanjut dengan tujuan yang jelas meski memasuki fase yang biasanya dianggap akhir.
Perburuan Abot terhadap gol di Afrika akan menjadi babak penentu dari ambisi “gol di semua benua” yang selama ini dia jagokan. Apapun hasilnya, keputusannya untuk tidak menyerah dan terus mencari kesempatan bermain menempatkannya sebagai figur yang gigih dalam lanskap sepak bola global.
