Tavares Sebut Persebaya Kurang Gereget Usai Hasil Imbang 1-1
Persebaya kurang gereget usai imbang 1-1 lawan Bhayangkara; Tavares menyoroti kemampuan menjaga keunggulan dan keberanian tim yang harus diperbaiki segera.
Persebaya kurang gereget terlihat dalam laga pembuka BRI Super League musim ini setelah anak asuh Bernardo Tavares hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Hasil itu memaksa tim segera melakukan evaluasi menyeluruh agar tidak mengulang kesalahan yang sama di pertandingan berikutnya.

Pelatih Bernardo Tavares menyatakan timnya harus belajar dari situasi tersebut, terutama soal bagaimana mempertahankan keunggulan dan menunjukkan keberanian sepanjang 90 menit. Menurutnya, ada aspek-aspek mendasar yang perlu diperbaiki agar Persebaya mampu tampil lebih konsisten.
Persebaya Kurang Gereget: Menjaga Keunggulan Jadi Sorotan
Tavares menyoroti bahwa salah satu pekerjaan rumah utama adalah kemampuan tim dalam menjaga keunggulan. Meskipun sempat memimpin, Persebaya gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir, yang menunjukkan masalah dalam manajemen pertandingan terutama di fase akhir laga.
Ketidakmampuan mempertahankan skor kerap berkaitan dengan beberapa elemen, seperti kontrol permainan saat memimpin, peralihan dari menyerang ke bertahan, serta disiplin tugas individu. Tavares menilai penguasaan situasi seperti ini harus menjadi prioritas dalam sesi latihan mendatang agar tim tidak lagi kehilangan poin mudah.
Masalah Mental dan Keberanian di Lapangan
Salah satu poin yang diangkat pelatih adalah keberanian pemain untuk terus bermain dengan intensitas tinggi, baik saat unggul maupun tertinggal. Menurut Tavares, sikap pasif atau terlalu berhati-hati justru membuka peluang lawan untuk bangkit dan mengendalikan momentum pertandingan.
Keberanian yang dimaksud bukan hanya soal bermain agresif, tetapi juga kemampuan membuat keputusan tepat di momen krusial—misalnya menahan bola, memilih umpan yang aman, atau menutup ruang lawan. Tavares menegaskan bahwa aspek mental ini sama pentingnya dengan kemampuan teknis dan taktik.
Baca juga: MilkLife Soccer Challenge 2026-2027 Resmi Dimulai di Tangerang dan Semarang Menarik Perhatian
Pekerjaan Rumah Taktis dan Fisik
Di luar aspek mental, ada juga koreksi taktis yang harus dilakukan. Persebaya perlu mengevaluasi bagaimana transisi antar lini berjalan saat memimpin skor, serta kesiapan menghadapi serangan balik lawan. Pemain diberi tugas untuk lebih disiplin menjaga posisi dan menutup celah yang dimanfaatkan lawan pada pertandingan kemarin.
Selain itu, kebugaran dan intensitas fisik juga menjadi perhatian. Menjaga level energi hingga menit akhir pertandingan akan membantu mempertahankan ritme dan konsentrasi, sehingga peluang kebobolan akhir dapat diminimalkan. Tavares menekankan pentingnya latihan yang menggabungkan aspek teknis, taktis, dan fisik secara seimbang.
Respons Tim dan Fokus Pembenahan
Persebaya langsung menggelar evaluasi internal setelah pertandingan. Pada sesi ini, tim pelatih bersama pemain membahas berbagai momen kunci yang berpengaruh pada hasil akhir, termasuk keputusan taktis, pergantian pemain, dan pola permainan yang perlu diperhalus.
Tavares meminta seluruh komponen tim untuk bersikap objektif saat menilai penampilan, menerima kritik, dan berkomitmen pada perubahan. Pendekatan ini bertujuan agar pembenahan berjalan cepat dan terukur, sehingga hasil imbang pada laga perdana tidak berlanjut menjadi tren negatif.
Dampak Hasil Awal untuk Perjalanan Musim
Meskipun baru pertandingan pembuka, hasil imbang ini menjadi peringatan dini bahwa konsistensi dan karakter permainan harus segera diperkuat. Tavares mengingatkan bahwa musim panjang membutuhkan stabilitas penampilan serta kemampuan mengelola tekanan dalam berbagai situasi pertandingan.
Dengan waktu persiapan yang ada, harapannya Persebaya bisa memperbaiki kelemahan yang ada dan menunjukkan performa lebih tajam di laga-laga berikutnya. Evaluasi yang cepat dan tindakan konkret dari tim pelatih serta pemain akan menjadi kunci agar tim kembali tampil kompetitif dan memenuhi ekspektasi suporter.
